Selasa, 27 September 2016

Kho Ping Hoo - BKS#08 - Sepasang Pedang Iblis

Kho Ping Hoo - BKS#08 - Sepasang Pedang Iblis
 Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1Sepasang Pedang Iblis

Seri : Bu Kek Siansu #08

Karya : Asmaraman S Kho Ping Hoo

Kuil tua itu berdiri di tepi Sungai Fen-ho, di lembah antara Pegu­nungan Tai-hang-san dan Lu-liang-san, di sebelah selatan kota Taigoan. Sunyi sekali keadaan di sekitar tempat itu, sunyi dan kuno sehingga kuil yang amat kuno dan sudah bobrok itu cocok sekali dengan keadaan alam yang sunyi dan liar di sekelilingnya. Biasanya, kuil ini kosong dan bagi yang percaya, tempat seperti itu paling cocok menjadi tempat tinggal setan iblis dan siluman.

Akan tetapi, pada sore hari itu, ke­adaan di sekeliling kuil tampak amat menyeramkan karena ada bayangan-ba­yangan yang berkelebatan, begitu cepat gerakan bayangan-bayangan itu sehingga agaknya iblis-iblis sendiri yang sedang sibuk mengadakan persiapan sesuatu. Akan tetapi kalau diperhatikan, bayangan-bayangan itu sama sekali bukanlah setan melainkan manusia-manusia, sung­guhpun manusia-manusia yang menyeram­kan karena mereka yang berjumlah lima orang itu bertubuh tinggi besar, bersi­kap kasar dan berwajah liar. Gerakan mereka tidak seperti orang biasa, karena selain cepat juga membayangkan kekuat­an yang jauh lebih daripada manusia-manusia biasa. Golok besar yang terselip di punggung da
... baca selengkapnya di Kho Ping Hoo - BKS#08 - Sepasang Pedang Iblis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 23 September 2016

Pembunuh Impian

Pembunuh Impian Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Apakah anda punya impian yang ingin anda wujudkan di tahun yang akan datang? Apakah harapan anda di tahun yang lalu belum terwujud di tahun ini? Atau kelihatannya harapan itu semakin menjauh dari genggaman tangan anda? Mungkin anda membayangkan diri anda sebagai pemilik bisnis tertentu, pembaca berita di TV, atau apapun juga. Mungkin anda ingin melakukan hal-hal yang belum pernah anda lakukan selama ini. Apakah harapan anda di tahun yang lalu belum terwujud di tahun ini? Atau kelihatannya harapan itu semakin menjauh dari genggaman tangan anda? Apapun impian dan harapan yang anda miliki, jangan biarkan itu mati.

Sebuah impian dan harapan adalah sesuatu yang sangat berharga. Mereka memotivasi anda untuk bergerak maju ke masa depan, memberi anda keberanian dan kekuatan untuk terus mencoba walaupun semua rintangan melawan anda. Namun waspadalah, ada "pembunuh - pembunuh mimpi" yang mau mengenyahkan kehidupan yang ada di dalam impian dan harapan anda. Jangan biarkan mereka melakukannya!

Orang-orang yang tidak dapat atau tidak mau melihat harapan anda tercapai dapat membunuh impian anda. Mereka mungkin berkata "itu tidak mungkin bagi anda", "anda tidak cukup mampu untuk mewujudkannya", atau "hal itu tidak
... baca selengkapnya di Pembunuh Impian Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 22 September 2016

Bagaimana Agar Terhubung Secara Emosional Dengan Impian?

Bagaimana Agar Terhubung Secara Emosional Dengan Impian? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Seperti yang telah saya singgung pada artikel sebelumnya, yang berjudul: Benarkah Impian Itu Penting?; Pembahasan yang mengupas bahwa impian akan mudah terwujud jika kita memiliki keterikatan secara emosional dengan impian kita tersebut.

Nah, dalam artikel kali ini, saya akan mencoba sharing tentang cara agar kita bisa terikat secara emosional dengan impian kita. Berikut beberapa cara yang saya ketahui: 1. Di Anggap Remeh Saya memiliki seorang teman yang sangat luar biasa. Dan bukan hanya seorang teman tapi juga beberapa teman yang luar biasa. Beberapa kawan saya ini berhasil mencapai impian mereka dan merupakan orang yang suka bekerja dan dan berbagi dengan orang lain. Kalau dilihat dari latar belakang mereka, biasa-biasa aja tuh. Maksud saya adalah mereka berasal dari keluarga ekonomi menengah bahkan ada yang dari kalangan ekonomi bawah. Ketika saya berdiskusi dengan mereka, satu hal menarik yang saya ketahui dan hal ini menjadi pola keberhasilan mereka. Yaitu, mereka sering dianggap remeh oleh orang lain. Di anggap remeh orang lain dis
... baca selengkapnya di Bagaimana Agar Terhubung Secara Emosional Dengan Impian? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Selasa, 20 September 2016

Berkencan dengan Gagasan

Berkencan dengan Gagasan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kalau aktivitas menulis itu kita ibaratkan makan, maka sebelum makan perlu dipersiapan alat perlengkapannya. Menata meja, piring-sendok-garpu, menempatkan makanan pokok dan lauk pauknya, serta menuangkan minuman adalah bagian dari persiapan itu.

Kalau menulis itu ibarat pacaran, maka perlu dilakukan berbagai pendekatan kepada kawan yang ditaksir sebelum pacaran. Membuat janji bertemu, jalan bersama, ngobroll tentang sejumlah suka dan duka boleh jadi merupakan bagian dari proses menjadi pacar.

Dalam kegiatan menulis, persiapan alias prewriting itu mencakup soal penentuan target pembaca yang dituju (spesifik/umum; rentang usia; status sosial ekonomi; jenis kelamin, jenjang pendidikan, dsb); memilih jenis tulisan yang akan dibuat apakah ringan (artikel, feature, cerpen), semiberat (makalah, modul program, novellet), atau berat (buku, novel, yang memerlukan “nafas panjang”); menentukan cara penyajian yang serius, semi-ilmiah, atau ilmiah/akademis.

Buat saya, persiapan menulis ini ibarat berkencan dengan gagasan. Terkadang perlu membua
... baca selengkapnya di Berkencan dengan Gagasan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 16 September 2016

Wiro Sableng #130 : Meraga Sukma

Wiro Sableng #130 : Meraga Sukma Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : BADIK SUMPAH DARAH

TIBA-TIBA SECARA ANEH TEMPAT TIDUR BESAR ITU BERGERAK MELUNCUR MENDEKATI WIRO. DEMIKIAN DEKATNYA HINGGA WIRO DAPAT MELIHAT JELAS KECANTIKAN WAJAH DAN KEBAGUSAN TUBUH NYI RORO MANGGUT. "KAU MASIH INGIN MENOLAK, PENDEKAR 212? AKU TAHU HATIMU BIMBANG. DI DALAM DIRIMU ADA HATI NURANI YANG DIBUNGKUS OLEH SATU HASRAT YANG TIDAK BISA KAU INGKARI. TIDURLAH DI SAMPINGKU. KITA SUDAH MENJADI SEPASANG SUAMI ISTRI. AKU SIAP MELAYANIMU." NYI RORO ULURKAN TANGANNYA. WIRO GARUK-GARUK KEPALA. DALAM HATI DIA BERKATA. "NGACOK! KAPAN NIKAHNYA AKU SAMA DIA!" "WIRO...." "MAAFKAN AKU NYI RORO. AKU SUDAH MELUPAKAN UNTUK MENDAPATKAN ILMU MERAGA SUKMA ITU. AKU AKAN BERUSAHA MENCARI CARA LAIN UNTUK MENYELAMATKAN BUNGA." NYI RORO MANGGUT TURUN DARI TEMPAT TIDUR. BERDIRI DI HADAPAN WIRO DAN PEGANG PUNDAK SI PEMUDA DENGAN KEDUA TANGANNYA. TIBA-TIBA NYI , RORO MANGGUT DEKATKAN MULUTNYA KE WAJAH SANG PENDEKAR.

ADIPATI Salatiga Jatilegowo memacu kudanya sekencang yang bisa dilakukan. Sosok Nyi Larasati tergeletak melintang di atas pangkuannya. Dalam hati orang ini merutuk tak henti-henti.

"Kurang ajar! Bagaimana kakek jahanam itu bisa mengikuti aku sampai ke sini? Kalau dia berlaku nekad terpaksa aku menghabisinya!"<
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #130 : Meraga Sukma Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 25 November 2011

Ibu dan kErjA


Ibu dan kErjA

oleh Mariagoretti Tata Martono pada 26 November 2011 jam 13:16

Ibu dan dunia kerja adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Setiap orang hidup di dunia ini pasti bekerja, siapapun itu

Apapun bentuk pekerjaannya, yang pasti mulai dari bayi sampai detik akhir hayatnya, manusia melakukan pekerjaan.

Baik untuk dirinya sendiri, maupun yang bersifat sosial

Seorang bayi yang haus, dia akan melakukan "pekerjaan" manangis agar mendapatkan susu dari ibunya.

Semakin bertambah usia, maka sifat pekerjaan tadi semakin meluas dan memberikan manfaat sosial bagi lingkungan di sekitarnya.

Namun.... Orang beranggapan bahwa yang dimaksud dengan bekerja adalah segala upaya yang bersifat profit atau mendatangkan uang. Padahal selain motif ekonomi, motivasi kerja sendiri sangat beragam. Mulai dari prestise, aktualisasi diri sampai mengisi waktu luang.

Kalau makna kerja hanyalah mencari uang, maka alangkah kasihannya para ibu rumah tangga yang waktunya selama 24 jam hanya habis untuk mengurus dan mendidik anak dan rumah. Sungguh pekerjaan yang tidak ada habisnya dan tidak terkira upahnya.

Ada ungkapan yang agak menggelikan dari kaum feminis, tapi itulah kenyataan yang terjadi. Bahwa : "pekerjaan seorang ibu rumah tangga dan istri dimulai dari sebelum matahari terbit, sampai mata suami terbenam"

Ungkapan ini timbul karena pekerjaan seorang ibu rumah tangga memang tak pernah habis. Kalau mau dituruti, 24 jam juga tidak pernah cukup.Coba bayangkan, setelah dia selesai mencuci, nanti ada lagi baju kotor. Sudah selesai menyapu dan mengepel, ya nanti kotor lagi. Tidak habis-habisnya.

Ironinya semua itu terkadang tidak ada penghargaan, justru malah tuntutan semakin tinggi. Apalagi ditambah dengan adanya pertanyaan ,"mama ngapain aja di rumah?". Waduhs.... emosi ya rasanya.

Bagaimana halnya dengan ibu-ibu yang diharuskan membantu mencari nafkah tambahan bagi keluarganya.

Seorang perempuan yang bekerja mencari nafkah, sesungguhnya dia memainkan peranan penting yang sangat banyak. Bayangkan, selain berperan sebagai karyawati di kantor, di rumah dia juga harus memainkan peran sebagai ibu, sebagai istri, sebagai guru,sebagai sahabat, sebagai psikolog, sebagai akunting, seorang profesor, bahkan seorang pembantu bagi anak dan suaminya, dan lebih banyak lagi peran yang harus dimainkannya.

Tapi sadarkah kita?

Karena kondisi seperti ini sudah biasa dan lumrah terjadi, maka mungkin kita tidak peka lagi akan "pekerjaan ibu".

Saya pernah dengar lagu, yang syairnya berbunyi :"aku bukan wonderwoman-mu...."dst..

Menurut saya, lebih tepatnya (maaf) lagu itu berbunyi ,"aku memang superwoman - mu...."

Bedanya dengan superman hanyalah, para ibu tidak bisa terbang dan (maaf sekali- cd nya di dalam..sorry, just a little joke -), selebihnya sama.

Sungguh, ibu dan pekerjaannya membutuhkan tingkat kesabaran, keikhlasan,kecermatan, kejeniusan, ketrampilan dan keunikan yang lebih luas dari samudera.

Jadi, benar kata orang bahwa "kasih ibu sepanjang jalan"

Seorang ibu sejati tak pernah menuntut. Upah yang tak ternilai bagi seorang ibu adalah jika melihat mereka yang dicintainya menjadi bahagia. Meskipun harus menerima seribu pedang tertancap di hatinya..

WAhai kau perempuan.. bisakah kita?

Ibu - Iwan Fals

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh

Lewati rintang untuk aku anakmu

Ibuku sayang masih terus berjalan

Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah

Seperti udara kasih yang engkau berikan

Tak mampu ku membalas...

Ibu

Ibu

Ingin kudekap dan menangis dipangkuanmu

Sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu

Lalu do'a-do'a baluri sekujur tubuhku

Dengan apa membalas...

Ibu

Ibu